Belum Ada Koordinasi DKK dan RS Soal Jamkesmas
PURWOKERTO-Banyaknya warga miskin yang kesulitan mendapat jamkesmas tak lain karena kurangnya kordinasi pihak dinas kesehatan dengan pihak rumah sakit.
Nurrekta Yuristrianti DCN MKes, Kepala TU Hukum dan Humas RSUD Prof Dr Margono meminta agar pihak Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banyumas lebih proaktif untuk mengkomunikasikan warga miskin yang menggunakan jamkesmas.
“Seharusnya ada koordinasi antara pihak DKK dengan Rumah sakit terkait dengan adanya jamkesmas,” kata Nurekta. Selama ini belum ada koordinasi mengenai masalah tersebut. “Itu sangat penting terkait dengan banyaknya dana jamkesmas yang dimiliki oleh dinas dan dana yang kami miliki, kami selalu menerima pasien miskin asal mereka memiliki data-data sesuai persyaratan,” katanya.
Komunikasi yang dimaksudkan tersebut, terkait dengan pasien yang belum memiliki jamkesmas, dan tidak terdaftar sebagai pasien jamkesmas. “Itu sangat penting. Karena kami bisa memprediksi sesuai dengan keadaan keuangan RS,” katanya. Selama ini RS Margono telah banyak membantu pasien, namun ternyata dari pihak DKK belum ada perhatian kepada pihak RS terkait adanya jamkesmas tersebut.
“Kami sebagai Rumah sakit menerima para pasien yang belum memiliki jamkesmas, namun jika mereka miskin, kami memberikan waktu kepada mereka untuk mengurus persyaratan sebagai pasien penerima jamkesmas,” ujarnya.
Mengenai Teguh Hidayat (20), pasien miskin yang kakinya membusuk akibat kecelakaan dan saat mengurus jamkesmas ternyata ditolak oleh pihak DKK karena alasan belum ada jatah anggaran. Pihak RS Margono saat ini masih menerima pasien tersebut dalam status umum, namun jika sudah menyelesaikan persyaratannya bisa menggunakan dana non kuota,” ujarnya.
Gunakan Data Validasi
Sedangkan belum turunnya dana Jamkesmas, dinilai tidak perlu dijadikan kendala dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu. Karena dapat dilakukan dengan memakai data validasi, berikut kordinasi dengan pihak terkait.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Banyumas Yoga Sugama, menanggapi ditolaknya permintaan bantuan Jamkesmas oleh Teguh Hidayat (20), warga Tambak Sari, Kecamatan Kembaran. “Walaupun belum turun, harusnya jangan dijadikan alasan kendala. Karena bisa dilakukandengan cara lain,” katanya.
Dikatakan Yoga, kalau memang belum ada dananya, mestinya ada inisiatif menggunakan data validasi. “Kan kemarin sudah dilakukan. Makanya digunakan saja. Jadi nantinya masyarakat tidak menjadi korban gara-gara nggak bisa berobat,” katanya mengaku kasihan dengan keberadaan masyarakat tidak mampu yang tengah membutuhkan.
“Sekarang direnungkan saja. Kalau yang sakit sekarang sementara dana itu turunnya saja belum tahu, apa mau dibiarkan terus? Kan kasihan,” tandasnya.
Langkahnya, menurut Yoga bisa dilakukan dengan dibuatkan surat keterangan dari pihak desa, lalu diberian kepada rumah sakit yang akan menangani. “Nantinya, dilakukan kordinasi pihak DKK, Kesra, dan rumah sakit untuk memberikan pelayanan terlebih dahulu,” katanya.
Dengan langkah seperti itu, diyakini Yoga bisa terlaksana. “Kuncinya kan di pihak rumah sakit yang melayani. Kalau memang ada rumah sakit yang tidak mau, ya nggak usah dijadikan pelayan Jamkesmas,” katanya.
Namun, selagi sistem ‘utang dulu’ tersebut dikordinasikan dengan baik, Yoga meyakini bisa terlaksana. Karena pada akhirnya kan dana tersebut tetap akan turun. “Saya harap ada tindakan. Karena ini kaitannya dengan kesehatan dan nyawa,” katanya.(Radar Banyumas)
Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait, artikel acak : Pelari Tercepat Indonesia Melaju ke Semifinal.
Artikel Terbaru
- Twitter Bakal Makin Banyak Iklan di Tahun 2011
- Google Segera Luncurkan Tablet Baru Untuk Saingi iPad 3
- Google Sumbang Jutaan Dollar Untuk Proyek Tenaga Surya
- BRI Tanam 4000 Ketapang Laut
- Perbaikan Tanggul Sungai Diusulkan Dana Rp 10 Miliar
- Pemilihan Putra Putri Batik SMA Negeri 1 Bukateja
- Puskesmas Lakukan Pengobatan Keliling
- Serangan Chikungunya Meluas
- Warga Ring Satu Mengharap Kompensasi
- Tambah Fasilitas, Pasar Wage Pasang Exhoust
- PKL Siapkan Konsep Baru
- Nyore Tumpeng Bareng Bupati
- BIN Telusuri Dugaan Sabotase
- Nanti Malam Api Bisa Padam
- Peringatan Potensi Tsunami Dicabut
- Terlalu Berbahaya, Heli Batal Padamkan Tangki
- Jam Kerja PNS Berubah
- Shelter Tidak Bisa Diterapkan di Banyumas
- Sebagian Besar Rumah Dinas Kepala SD Rusak
- Siswi SMK Lahirkan Bayi Laki-laki
