|

Sekdes Karangendep Berharap Pemkab Beri Bantuan

Sedikitnya, 10 rumah di Desa Karangendep, kecamatan Patikraja belum menerima bantuan setelah longsor yang terjadi sebulan lalu, tepatnya terjadi pada Minggu (5/12), tahun 2010. Hingga sekarang, 10 rumah itu, rata-rata diperbaiki kembali dalam keadaan seadanya.
Pemerintah yang sudah mendapat laporan dari pemerintah Desa Karangendep belum menanggapi kapan warga yang terkena longsoran itu akan mendapat bantuan.
Dari data di Desa Karangendep, 10 rumah yang terkena longsoran pada 5 Deseber 2010 antara lain rumah Sumadi, Kodam, Jasan di RT 7/II, rumah milik Madiksan di Rt 6/II, Darsiman dan Suwanto di RT 4/I, Memet di RT 5/1, Warsin di RT 3/2, Kadir di RT 1/III, dan Yono di RT 6/III. Tak cuma itu, Jalan Desa Penghubung antara Karangendep-Sawangan di RT 7/3 juga putus. Mobil tak bisa lewat dan hanya kendaraan bermotor. Di lokasi jalan itu, kemungkinan besar bisa terjadi longsoran lagi kalau hujan lebat.
“Belum ada bantuan sampai sekarang. Kami berharap, Pemkab segera memberi solusi atas keadaan longsor yang terjadi di wilayah kami,” jelas Sekdes Karangendep Natim bersama Kasi Pembangunan Desa Karangendep Agus Supriyatno.
Sekdes mengatakan, usai longsoran, warga langsung dikumpulkan dan didata jumlah kerusakan yang terjadi. Data itu langsung dikirim ke Kecamatan dan kemudian diteruskan ke Kabupaten.
“Data sudah dikirim ke kecamatan, juga sudah ke kabupaten. Pernah dicek ke sini oleh orang Kabupaten. Tapi, sampai sekarang belum ada realisasinya. Kami berharap pemerintah kabupaten segera menindaklanjuti dengan upaya yang real,” kata Kasi Pembangunan Agus Supriyatno.
Camat Patikraja Ahmad Suryanto, saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, ada dua desa di wilayah Kecamatan Patikraja yang rawan longsor. Yaitu Karangendep dan Kedungrandu. “Ada dua desa rawan longsor, yaitu Kedungrandu dan Karangendep,” tambahnya. Sementara itu, sambil menunggu realisasi dari Kabupaten, terang Sekdes, warga yang berada di perbukitan terus mendapat sosialisasi bahaya longsor. Diantaranya dengan melakukan penanaman pohon yang mampu menahan air, membuat saluran irigasi tambahan untuk pembuangan air hujan ketika hujan deras tiba, dan juga memberi himbauan agar hati-hati saat hujan deras.(Radar Banyumas)




Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait, artikel acak : Heboh! Daging Kurban Berlafadz Allah.

Artikel Terbaru

Ditulis oleh pada Senin, 10 Jan 2011 17:04 WIB. Ditulis dibagian Banyumas. Anda bisa mengikuti respon pada artikel ini melalui RSS 2.0. Anda bisa memberi respon atau trackback pada artikel ini

Tambahkan Komentar

*










Komentar Terbaru

  • Dalang Kalirajut: tuku gedang neng prapatan… wujude emod ning gurih pisan.. mayuh pada ningkatake pendapatan.....
  • DalangKalirajut: tuku katok neng prapatan.. regane murah ning langganan.. aja mogok merga pendapatan.. kerja sing...
  • inyonge: lah sing penting esih bisa mangan ya wes bersyukur banget,,,,tapi nek pancen bener dadi kenyataan ya ra papa...
  • Marjo endhang pangrenan: ibu rinta nerves lho you..
  • Marjo: aduuhh. ibu rinta tega nian..dikau..diangkat dhonk ahh. endyangg..

Kalender Berita

Mei 2012
S S R K J S M
« Des    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031