Lebih Dari 50 Desa Butuh Pangkalan Gas Elpiji 3Kg
PURBALINGGA-Kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji ternyata masih menyisakan persoalan. Lebih dari 50 desa di Kabupaten Purbalingga ternyata tidak memiliki pangkalan elpiji 3 kilogram. Akibatnya, masyarakat masih sulit mendapatkan gas elpiji . Kurang meratanya distribusi elpiji ini juga memicu harga elpiji 3 kilogram naik diatas harga eceran tertinggi.
“Berdasarkan data yang ada, lebih dari 50 desa ternyata belum memiliki pangkalan gas elpiji 3 kilogram. Akibatnya masyarakat setempat harus mencari elpiji ke pangkalan yang ada di desa lainnya,” tutur anggota Komisi B DPRD Purbalingga, Aris Widiarso.
Desa-desa yang kosong pangkalan elpiji 3 kilogram itu terdapat hampir di semua kecamatan. Lebih memprihatinkan lagi, kekosongan tersebut sebagian besar terjadi di desa-desa yang jauh dari wilayah kecamatan. Di Kecamatan karangjambu misalnya, dari 6 desa yang ada, hanya satu desa yang memiliki pangkalan. Jumlahnya juga hanya satu pangkalan. Mestinya, setiap desa memiliki lebih dari satu pangkalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di Kecamatan Kejobong, dari 13 desa yang ada, 6 desa diantaranya tak memiliki pangkalan elpiji 3 kilogram. Demikian juga di Kecamatan Kertanegara. Sebanyak 4 desa dari 11 desa yang ada belum memiliki pangkalan. Sementara, di Rembang, 4 dari 12 desa yang ada juga tidak memiliki pangkalan elpiji 3 kilogram.
”Kami berharap, pihak agen pro aktif untuk menambah jumlah pangkalan elpiji 3 kilogram di desa-desa yang kosong pangkalan itu,” tandas Aris saat melaksanakan kunjungan di SPBE PT IMW Bojongsari.
Kepala Seksi distribusi dan pengawasan DinasPerindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Purbalingga, Basori mengatakan, kekosongan pangkalan tersebut dimungkinkan terjadi karena jumlah pembagian kuotarefill LPG 3 kilogram dari Pertamina kepada agen yang kurang merata.. Hal ini berdampak kepada distribusi elpiji dari agen ke pangkalan. Basori menambahkan, berdasarkan data yang ada, kuota refill perhari untuk tahun 2011 adalah 10.740 tabung per hari. ”Padahal, jika satu tabung habis dalam dua minggu, Purbalingga membutuhkan sekitar 15 ribu tabung per hari. Kami sudah mengajukan tambahan kuota ke Pertamina, namun belum direalisasikan,” tambah Basori.
Tidak meratanya distribusi yang disebabkan oleh tidak seimbangnya kuota dan kebutuhan itu juga mempengaruhi naiknya harga eceran elpiji 3 kilogram di masyarakat. Harga elpiji yang semestinya Rp 13 ribu sesuai dengan HET ternyata harus dibeli masyarakat Rp 15 hingga Rp 16 ribu per tabung. ”Kalau menurut kami, harga diluar HETini juga diakibatkan karena rantai distribusi yang terlalu panjang,” tambahnya.
Ketua Komisi B DPRD Purbalingga, Sunarko mengatakan, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana distribusi elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Purbalingga. Pihaknya juga ingin mengetahui berapa pasokan yang tersedia dan berapa kebutuhan elpiji 3 kilogram perhari untuk masyarakat Purbalingga. ”Kami berharap, minimal ada satu pangkalan di desa-desa yang saat ini belum memiliki pangkalan elpiji 3 kilogram itu,” imbuhnya.
Berdasarkan data Disperindagkop, paket konversi (kompor, tabung gas3 kilogram beserta perlengkapannya) direalisasikan sebanyak 246.492 paket yang dibagikan kepada 240.558 rumah tangga dan 5943 UKM. Jumlah agen penyalur elpiji 3 kilogram di Purbalingga mencapai 5 perusahaan yakni PT Asri Putra Perkasa (120 pangkalan/sub penyalur), PT Sriwijaya Indah (141 pangkalan), PT Asri Jaya Raharja (178 pangkalan), PT Setyo Mulyo Santoso (172 pangkalan) dan PT Bumi Margo Mulyo (234 pangkalan).(Radar Banyumas)
Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait, artikel acak : Tebing Sungai Luk Ulo Longsor Ancam Permukiman dan Jalan.
Artikel Terbaru
- Twitter Bakal Makin Banyak Iklan di Tahun 2011
- Google Segera Luncurkan Tablet Baru Untuk Saingi iPad 3
- Google Sumbang Jutaan Dollar Untuk Proyek Tenaga Surya
- BRI Tanam 4000 Ketapang Laut
- Perbaikan Tanggul Sungai Diusulkan Dana Rp 10 Miliar
- Pemilihan Putra Putri Batik SMA Negeri 1 Bukateja
- Puskesmas Lakukan Pengobatan Keliling
- Serangan Chikungunya Meluas
- Warga Ring Satu Mengharap Kompensasi
- Tambah Fasilitas, Pasar Wage Pasang Exhoust
- PKL Siapkan Konsep Baru
- Nyore Tumpeng Bareng Bupati
- BIN Telusuri Dugaan Sabotase
- Nanti Malam Api Bisa Padam
- Peringatan Potensi Tsunami Dicabut
- Terlalu Berbahaya, Heli Batal Padamkan Tangki
- Jam Kerja PNS Berubah
- Shelter Tidak Bisa Diterapkan di Banyumas
- Sebagian Besar Rumah Dinas Kepala SD Rusak
- Siswi SMK Lahirkan Bayi Laki-laki
